Pengetahuan, Kolaborasi, dan Inovasi untuk Sumber Daya Alam Sumatra
CNRS mempertemukan perguruan tinggi, lembaga riset, pemerintah daerah, BMKG, organisasi keilmuan, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membangun sinergi dalam penelitian, pengembangan, pemanfaatan, dan pemberian nilai tambah sumber daya alam Sumatra.
Tentang CNRS
Consortium on Natural Resources in Sumatra (CNRS) dideklarasikan pada 10 November 2022 oleh lembaga-lembaga di Lampung dan Aceh, sebagai kelanjutan dari berbagai pertemuan dan kerja sama yang mempertemukan komunitas penelitian dan pengembangan sumber daya alam di Sumatra.
CNRS dibangun dengan kesadaran bahwa Sumatra memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat besar—di permukaan bumi, wilayah pesisir dan laut, atmosfer, maupun di bawah permukaan bumi. Pengelolaannya membutuhkan keterhubungan yang lebih kuat antara pengetahuan ilmiah, kebutuhan masyarakat, kebijakan pemerintah, teknologi, dan inovasi.
Fokus Kolaborasi
CNRS bertujuan membangun critical mass melalui pertemuan berbagai disiplin, institusi, dan keahlian sehingga penelitian tidak berjalan sendiri-sendiri, kekosongan pengetahuan dapat dikenali, dan hasil penelitian lebih cepat berkembang menuju pemanfaatan dan inovasi.
Natural Resources
Sumber daya hayati dan non-hayati, pertanian, kehutanan, kelautan, mineral, geologi, atmosfer, iklim, dan berbagai sumber daya alam Sumatra.
Research & Innovation
Mempertemukan penelitian observational, experimental, theoretical, computational, dan data science untuk menjawab persoalan nyata dan membuka peluang inovasi.
Value Addition
Mendorong agar kekayaan alam tidak berhenti sebagai komoditas primer, tetapi memperoleh nilai tambah melalui pengetahuan, teknologi, rekayasa, dan hilirisasi.
Dibangun melalui Kolaborasi
CNRS bermula dari kolaborasi lembaga-lembaga di Lampung dan Aceh dan dirancang untuk berkembang dengan melibatkan perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah daerah, organisasi profesi dan keilmuan, serta berbagai mitra di provinsi-provinsi lain di Sumatra.
CNRS juga mengembangkan kerja sama dengan Consortium on Material Science Development (CMSD), yang dibentuk oleh universitas-universitas terkemuka di Pulau Jawa bersama Institut Teknologi Sumatra (ITERA). Irisan antara sumber daya alam, mineral kritis, sains material, dan hilirisasi membuka ruang kolaborasi strategis antara kedua konsorsium.
Menuju Ekosistem Pengetahuan Bersama
Salah satu agenda CNRS adalah membangun sistem informasi dan manajemen pengetahuan bersama yang membantu peneliti, pemerintah, dan masyarakat menemukan apa yang telah dikerjakan, siapa yang mengerjakannya, di mana penelitian dilakukan, serta bagaimana pengetahuan tersebut berhubungan dengan kebutuhan nyata daerah.
Scientific Knowledge
Publikasi jurnal, prosiding, preprint, skripsi, tesis, disertasi, research reports, dan research data.
Regional Knowledge
Berita, informasi pemerintah daerah, kebijakan, kegiatan hilirisasi, serta perkembangan pemanfaatan sumber daya alam di berbagai wilayah Sumatra.
Connected Knowledge
Menghubungkan penelitian dengan lokasi, sumber daya alam, metode, institusi, peneliti, kebijakan, dan aktivitas pembangunan sehingga hubungan antarpengetahuan dapat ditemukan.
Dari Sumatra untuk Indonesia
CNRS tumbuh dari inisiatif kolaboratif di Sumatra, tetapi membawa semangat yang lebih luas: membangun ekosistem di mana pengetahuan, sumber daya manusia, infrastruktur penelitian, pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dapat bertemu untuk menghasilkan pemanfaatan sumber daya alam yang semakin bernilai, berkelanjutan, dan berbasis ilmu pengetahuan.